Jangan Sia-Siakan Ketika Sebuah Kesempatan Datang Dari Allah,
Wahai
saudara/saudari, terkadang ketika kita menjalani kehidupan, tiba-tiba
Allah S.W.T menjatuhkan sebuah kesempatan untuk berbuat kebaikan di
hadapan kalian. Kalian tidak memintanya, kalian tidak bekerja untuk
mendapatkannya, dan undangan ini tiba-tiba ada begitu saja di depan mata
kalian. Kalian punya pilihan untuk menerimanya atau menolaknya. Jika
kalian tidak menerimanya, kesempatan ini mungkin tidak akan hadir lagi
kepada kalian. Jadi pilihannya ada di tangan kalian, yaitu menerimanya
atau menolaknya.
Kesempatan
untuk berbuat kebaikan ini bisa datang dalam bentuk yang berbeda-beda.
Dan inilah taufiq dari Allah Azza wa Jalla untuk kalian. Undangan ini
merupakan sebuah rahmat, jika kalian menerimanya, dan Allah bisa menjadi
murka jika kalian menyia-nyiakannya.
Contohnya
adalah Fir'aun. Allah S.W.T terus mengirimkan tanda-tanda kebesaran-Nya
melalui perantaraan Nabi Musa agar dia beriman. Namun Fir'aun
terus-menerus tidak mempedulikannya. Dengan demikian, derajatnya menjadi
semakin rendah di mata Allah Azza wa Jalla sampai akhirnya dia mencapai
derajat yang hina. Allah Azza wa Jalla berfirman tentang dirinya dan
orang-orang sepertinya:
"Sesungguhnya
orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah
akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan,
hingga mereka menyaksikan azab yang pedih." (Q.S. Yunus 96-97)
Musa
A.S menunjukkan mukjizat-mukjizat kepada Fir'aun, berupa tangan Nabi
Musa yang mengeluarkan cahaya, lalu tongkat Nabi Musa bisa berubah
menjadi seekor ular, kemudian Nabi Musa juga membelah Laut Merah, namun
tidak ada yang dapat meyakinkan Fir'aun untuk beriman kepada Allah.
Orang-orang seperti Fir'aun sebenarnya yakin bahwa Nabi Musa memang
seorang rasul Allah. Mereka punya tahu bahwa inilah kebenaran, tapi
mereka menolaknya mentah-mentah.
Saudara/saudari,
Allah Azza wa Jalla mempersembahkan kepada kalian banyak sekali
kesempatan untuk berbuat baik. Itulah esensi kehidupan. Kehidupan kita
dihiasi dengan banyak kesempatan yang diberikan Allah. Kalian harus
meraih kesempatan itu tepat pada saat tangan kalian menyentuhnya.
Jangan
biarkan kesempatan itu pergi begitu saja karena boleh jadi beberapa
kesempatan itu takkan kembali lagi. Jika kalian melewatkannya sekali,
maka kalian telah melewatkannya untuk seumur hidup. Misalnya: Seseorang
datang kepada kalian dan minta sumbangan untuk pembangunan masjid.
Kalian merasa terganggu karena ada banyak orang seperti dia yang meminta
sumbangan di sepanjang waktu, ada yang meminta sumbangan masjid, yang
lain meminta sumbangan yatim piatu, yang lain meminta sumbangan untuk
janda, sehingga kalian tidak mau menyumbang. Ini berarti kalian telah
menolak kesempatan yang diberikan Allah.
Atau
mungkin seseorang yang shalih datang melamarmu namun kalian ragu bahkan
menolaknya karena kalian menilainya masih belum mapan, kurang tampan
atau alasan-alasan lain yang tak disyariatkan
Padahal
kesempatan itu bisa saja adalah sesuatu yang sulit atau lama untuk
kalian dapatkan lagi. Karena menyia-nyiakan kesempatan itu, Allah S.W.T
menahan kebaikan-kebaikan yang akan datang kepada kalian, karena kalian
adalah orang yang tidak pantas mendapatkan kesempatan itu. Banyak
hal-hal yang mungkin tidak kita sadari bahwa itu adalah teguran atau
peringatan dari Allah S.W.T misalnya hilangnya pekerjaan & sulitnya
kembali mendapatkan pekerjaan atau hal-hal lainnya.
Allah S.W.T berfirman:
Dan
barangsiapa yang menukar ni'mat Allah setelah datang ni'mat itu
kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. (Q.S.
Al-Baqarah:211)
Jika
Allah mengirimkan kalian sebuah rahmat, namun kalian menolaknya, maka
azab Allah sangat pedih. Dan rahmat terbesar yang diberikan kepada
kalian adalah Allah telah menjadikan kalian sebagai seorang Muslim.
Allah
S.W.T sangat menyukai ketika Dia memberikan kepada seseorang suatu
nikmat, maka orang itu menunjukkannya. Jadi tunjukkan nikmat itu,
bicarakan nikmat itu! Tunjukkan bahwa kalian bangga karena Allah
menjadikan kalian sebagai bagian dari umat Muhammad S.A.W.
Demi
Allah saudara-saudariku, banyak orang yang berubah kehidupannya setelah
Allah memberikan mereka sebuah kesempatan baik dan mereka mengambil
kesempatan itu. Kesempatan itu datang dalam berbagai bentuk, bisa saja
dalam bentuk undangan masuk Islam, bisa saja dalam bentuk sebuah proyek
atau suatu pekerjaan, dan sebagainya. Kesempatan ini akan datang kepada
kalian dan kalian tidak tahu darimana asalnya, seakan-akan ini sudah
ditakdirkan kepada kalian. Dan ketika kalian mengambil kesempatan ini,
tiba-tiba kehidupan kalian berubah. Hal ini sudah terjadi kepada banyak
saudara-saudari Muslim kita.
Kalian
tidak pernah tahu apa yang Allah Azza wa Jalla tawarkan kepada kalian,
kecuali ketika kalian menerimanya. Jika kalian menolak kesempatan itu,
kalian tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi jangan
sia-siakan kesempatan ini apalagi malah berbalik melakukan perbuatan
yang menyakitkan hati saudara/saudarinya.
Ada
kisah tentang seorang sahabat R.A dari Thaif yang mengunjungi Mekkah
pada masa-masa awal Islam. Saat itu Rasulullah S.A.W. baru mendakwahkan
Islam, dan Rasulullah masih mendakwahkannya secara sembunyi-sembunyi.
Ketika sedang berjalan, dia melihat seorang pria keluar dari tendanya
dan berjalan. Kemudian pria itu diikuti seorang wanita, dan wanita itu
diikuti seorang pemuda, dan keduanya mengikuti pria itu berjalan.
Sahabat ini adalah temannya Al-Abbas, jadi dia bertanya kepada Al-Abbas
"Siapa pria itu dan kedua orang yang mengikutinya?
Al-Abbas
berkata "Pria itu adalah Muhammad S.A.W. Dia adalah kemenakanku yang
mengaku sebagai seorang rasul yang diutus Allah. Dan wanita itu adalah
istrinya, sedangkan pemuda itu adalah Ali bin Abi Thalib. Mereka adalah
pengikutnya."
Sahabat itu berkata "Kemudian setelahnya aku pergi."
Sahabat
ini tidak menjadi Muslim sampai Thaif dibuka, kira-kira 20 tahun
kemudian. Dia mengenang masa lalunya dan berkata "Andai saja aku menjadi
Muslim pada waktu itu, maka aku akan menjadi Muslim keempat di muka
bumi. Sekarang aku sudah jauh tertinggal. Aku kehilangan kesempatan yang
berharga itu."
Jadi jangan biarkan kesempatan ini lewat begitu saja. Jangan sampai menyesal & terlambat menyadarinya.
Wallahua'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar